TUGAS EKONOMI MAKRO
1. Negara Amerika dan Inggris mengadakan perdagangan bilateral
terhadap dua komoditi yaitu Anggur dan Kentang. Negara Amerika dengan
menggunakan tenaga kerja sebanyak 20 orang untuk menghasilkan 300 ton Anggur
dan 25 orang untuk menghasilkan 300 ton Kentang. Sedangkan , Negara Inggris
dengan menggunakan tenaga kerja sebanyak 30 orang untuk menghasilkan 300 ton
Anggur dan 15 orang untuk menghasilkan 300 ton Kentang selama 3 bulan.
Pertanyaan:
a.
Apakah
spesialisasi produk ekspor yang dimiliki negara Amerika dan negara Inggris ?
b.
Berapa TOT
(tems of trade) yang terjadi di masing-masing negara ?
c.
Berapa TOT
(terms of trade) yang terjadi apabila kedua negara melakukan perdagangan
Internasional ?
Jawaban :
Kondisi
Produksi Mobil dan Motor Jepang dan Korea
|
Macam
Produk
|
Waktu
|
AMERIKA
|
INGGRIS
|
||
|
Jumlah tenaga
kerja
|
Jumlah Barang
|
Jumlah tenaga
kerja
|
Jumlah Barang
|
||
|
Anggur
|
3 Bulan
|
20 orang
|
300 ton
|
30 orang
|
300 ton
|
|
Kentang
|
25 orang
|
300 ton
|
15 orang
|
300 ton
|
|
Keterangan
Tabel :
a.
Spesialisasi
produk ekspor yang dimiliki negara Amerika dan negara Inggris
1.
Amerika mempunyai keunggulan absolut (mutlak) dalam menghasilkan
mobil, sedangkan Inggris mempunyai keunggulan Absolut dalam menghasilkan
motor.Hal ini dapat diamati melalui angka-angka tabel.
a.
300 ton produksi Anggur dapat dihasilkan oleh Amerika dan Inggris.
Amerika
memerlukan tenaga kerja 20 orang , sedangkan Inggris memerlukan tenaga kerja
lebih banyak 30 orang. Artinya di Amerika biaya produksi mobil lebih murah
daripada di Inggris. Di Jepang, 1 orang tenaga kerja mampu menghasilkan 15 ton
Anggur (300 unit : 20 orang) sedangkan di Inggris 1 orang tenaga kerja hanya
mampu menghasilkan 10 ton Anggur (300 unit : 30 orang) Artinya kegiatan
produksi Amerika lebih efisien daripada Inggris. Oleh sebab itu Amerika
mempunyai keunggulan mutlak dalam menghasilkan Anggur.
b.
300 ton produksi Kentang dapat dihasilkan oleh Amerika dan Inggris
Amerika
memerlukan tenaga kerja 25 orang, sedangkan Inggris memerlukan tenaga kerja
lebih sedikit hanya 15 orang artinya di Inggris biaya produksi motor lebih
murah daripada di Amerika.
Di Amerika, 1
orang tenaga kerja mampu menghasilkan 12 ton Kentang (300 ton : 25 orang)
Sedangkan di Inggris, 1 orang tenaga kerja mampu menghasilkan 20 ton Kentang
(300 unit : 15 orang) artinya Inggris lebih efisien daripada Amerika, sehingga
dapat dikatakan Inggris mempunyai keunggulan mutlak dalam memproduksi Kentang.
1.
Sebelum terjadi spesialisasi dan pertukaran antara Amerika dan
Inggris.
b.
Nilai tukar (term of trade) antara Anggur
dan Kentang Amerika dan Inggris.
a.
Amerika perbandingan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk
menghasilkan 1 ton Anggur dengan
menghasilkan 1 Kentang adalah 15:12.
Sehingga dapat dikatakan Term of trade di Amerika adalah :
Nilai
tukar 5 ton Anggur = 4 ton Kentang →1 ton Anggur = 4/5
ton Kentang
→1
ton Anggur = 0,8
ton Kentang
b.
Inggris perbandingan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk
menghasilkan 1 Anggur dengan
menghasilkan Kentang adalah 10:20.
Sehingga dapat dikatakan Term of trade di Inggris adalah:
Nilai
tukar 10 ton Anggur = 20
ton Kentang. 1 ton Anggur = 2
ton Kentang.
2.
Setelah melakukan spesialisasi dan terjadinya perdagangan antara
Amerika dan Inggris.
Adanya
keunggulan absolute untuk Amerika dalam memproduksi Anggur dan keunggulan absolute untuk Inggris dalam
memproduksi Kentang, maka sebaiknya Amerika melakukan spesialisasi untuk
memproduksi Anggur dan Inggris
spesialisasi untuk memproduksi Kentang. Kondisi produksi di kedua negara adalah
sebagai berikut.
c.
Nilai tukar (term of trade) antara
Anggur dan Kentang Amerika dan Inggris.
Kondisi
Produksi Anggur dan Kentang
Amerika
dan Inggris setelah Spesialisasi
|
Macam
Produk
|
AMERIKA
|
INGGRIS
|
||
|
Jumlah tenaga
kerja
|
Jumlah Barang
|
Jumlah tenaga
kerja
|
Jumlah Barang
|
|
|
Anggur
|
45 orang
|
675 ton
|
-
|
-
|
|
Kentang
|
-
|
-
|
45 orang
|
900 ton
|
Keterangan
Tabel :
1.
Setelah adanya spesialisasi antara kedua negara.
Amerika mengerahkan semua tenaga kerjanya (45 orang) untuk
memproduksi Anggur .Jumlah Anggur
yang dapat dihasilkan Amerika mencapai 675 ton. Jumlah ini melebihi total
produksi Anggur sebelum spesialisasi yaitu 600 ton.
Inggris melakukan spesialisasi dengan mengerahkan semua tenaga
kerjanya (45 orang) untuk memproduksi Kentang. Jumlah produksi Kentang di
Inggris mencapai 900 unit. Jumlah ini melebihi total produksi motor sebelum
spesialisasi yaitu 600 unit.
2.
Setelah terjadi pertukaran (perdagangan) antara Amerika dan
Inggris.
a.
Term of trade yang terjadi di Amerika ( secara domestik) adalah :
1 ton Anggur =
0,8 ton Kentang
b.
Term of trade yang terjadi di Inggris ( secara domestik) adalah :
1 ton Anggur =
2 ton Kentang
Kedua negara sepakat untuk melakukan pertukaran dengan term of
trade (kurs) antara kedua negara sebesar 1 ton Anggur = 1,5 ton Kentang.
Pertukaran tersebut akan membawa keuntungan baik bagi Amerika maupun bagi
Inggris.
2. Mengapa Indonesia kalah saing dalam perdagangan bebas khususnya
ekspor?
3. Bagaimana pengaruh AFTA terhadap Indonesia yang merupakan salah
satu anggota AFTA?
Jawab :
1.
Kinerja
ekspor Indonesia masih jauh dari memuaskan. Pengamat Perdagangan Universitas
Padjajaran (Unpad) Bandung, Ina Primiana, menganalisa ada dua penyebab
jebloknya nilai ekspor nasional.
Pertama,
Indonesia mempunya permasalahan dari sisi input. Mayoritas bahan baku untuk
produk ekspor masih dari impor. Padahal, transaksi impor menggunakan dollar
Amerika Serikat. "Dollar saat ini harganya masih tinggi," kata Ina
saat dihubungi KONTAN.
Kedua, yang
menyebabkan harga nasional tidak bisa bersaing dengan produk luar negeri itu
pada beban logistik nasional masih tinggi. Dan Itu disebabkan kondisi
infrastruktur tidak bagus, sehingga tidak bisa menunjang kegiatan industri,
akibatnya biaya angkut menjadi mahal. Alhasil produk dalam negeri tidak bisa
bersaing dengan produk luar negeri.
Maka
dari itu, kata Ina, tugas pemerintah saat ini yaitu memperbaiki dari sisi hulu
dan juga infrastruktur, baik itu dari segi pelabuhan, bandara kemudian dari
segi transportasi yang menunjang seperti angkutan perkeretaapian dan
inprastruktur lainnya.
2.
Pengaruh
positif :
1. Dapat meningkatkan volume perdagangan. Hal
ini di motivasi dengan adanya persaingan ketat antara produsen.
2. Mendorong pertumbuhan ekonomi negara,
pemerataan pendapatan masyarakat, dan stabilitas ekonomi nasional.
3. Menambahkan devisa negara melalui
bea masuk dan biaya lain atas ekspor dan impor.
4. Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi dalam negeri, terutamadalam bidang sektor industri dengan
munculnya teknologi baru dapat membantu dalam memproduksi barang lebih banyak
dengan waktu yang singkat.
5. Melalui impor, kebutuhan dalam
negara dapat terpenuhi.
6. Memperluas lapangan kerja dan kesempatan
masyarakat untuk berkeja.
7. Mempererat hubungan persaudaraan dan kerjasama antar negara
Pengaruh
negatif :
1. Serbuan produk asing terutama dari Cina
dapat menghacurkan sektor-sektor ekonomi yang diserbu. Padahal sebelum tahun
2009 saja Indonesia telah mengalami proses deindustrialisasi (penurunan
industri).
2. Dalam hal sumber daya energi, Indonesia
hanya memiliki industri perakitan (hulu) untuk produk elektronika dan produksi.
Namun, berbeda dengan China, dalam membangun industri elektronika yang
terintegrasi mulai dari pembangunan industri pendukung dengan mengolah bahan
baku.
3.
pasar dalam negeri yang diserbu produk asing dengan kualitas dan harga yang
sangat bersaing akan mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari
produsen di berbagai sektor ekonomi menjadi importir atau pedagang saja.
4.
Kualitas SDM yang masih belum dapat dikatakan cukup memumpuni juga akan
menyulitkan produktivitas perusahaan dalam mengelola produk-produknya.
5.
Budaya konsumtif dengan penduduk yang besar akan menjadi sasaran utama dalam
penjualan produk. Jika itu terjadi kemungkinan besar perusahaan lokal akan
tersingkir dan terjadinya import besar-besaran.
4. Jika suatu perekonomian tumbuh dan terjadi
inovasi teknologi dalam suatu negara, apa yang terjadi dengan permintaan uang
riil di negara tersebut?
Jawaban
Yang terjadi adalah permintaan uang riil akan
menurun karena Inovasi teknologi dapat meningkatkan permintaan investasi,
selain itu karena adanya dorongan dari pemerintah dari negara tersebut seperti pengurangan
pajak penghasilan bagi orang-orang yang mau berinvestasi. Peningkatan
investasi akan meningkatkan ekuilibirium tingkat bunga. Karena tingkat
bunga merupakan hasil dari tabungan (seperti halnya biaya pinjaman), maka
tingkat bunga yang semakin tinggi mengurangi konsumsi dan meningkatkan
tabungan. Jika demikian tingkat kenaikan permintaan investasi akan meningkatka
tingkat bunga ekulibirium. Sehingga jika tingkat bunga ekulibirium meningkat
maka masyarakat akan menabungkan uang yang dimilikinya sehingga permintaan uang
rill di negara tersebut akan menurun.
5. Jelaskan mengenai pendapat Keynes yang menyatakan
bahwa pertambahan dalam penawaran uang akan meningkatkan kegiatan ekonomi dan
pendapatan nasional!
Jawaban :
Efek
pertambahan uang atas kegiatan ekonomi dapat dijelaskan dengan grafik berikut.
Pertambahan
penawaran uang dari MS0 menjadi MS1 menyebabkan suku
bunga merosot dari r0 menjadi r1. Pada tingkat bunga
adalah r0 tingkat investasi swasta adalah I0. Penurunan
suku bunga menjadi r1 menyebabkan investasi bertambah menjadi I1.
Ini berarti investasi bertambah sebanyak ∆I. Sebelum berlaku kenaikan
investasi, pengeluaran aggregate adalah AE0. Maka pendapatan
nasional adalah Y0. Kenaikan investasi sebanyak ∆I menaikkan
pengeluaran agregat dari AE0 menjadi AE1. Sebagai
akibatnya pendaatan nasional bertambah, dan akan mencapai Y1.
Komentar
Posting Komentar