EKONOMI MAKRO
PERDAGANGAN INTERNASIONAL



1.      Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas
            Globalisasi adalah sebuah proses menuju peningkatan hubungan antara berbagai mayarakat di seluruh dunia. Jadi hubungan internasional yang menjungjung tinggi nilai-nilai sosial demokratis, kesetaraan, kesamaan hak dan distribusi kesejahteraan dalam upaya peningkatan taraf hidup sebagai wujud transformasi masyarakat.
Globalisasi ekonomi dapat didefinisikan sebagai mendunianya  kegiatan dan keterkaitan perekonomian. Kegaitan-kegiatan ekonomi bukan lagi sekedar international tapi lebih bersifat transnasional, artinya kegiatan ekonomi tidak terbatas perdagangan dan keuangan saja tapi sudah merambah pada kegiatan produksi dan pemasaran, bahkan sumber daya manusia, dimana kegiatan-kegiatan tersebut sudah tidak mengenal batas kenggaran. ( Dumairi;1996)
            Globalisasi ekonomi adalah menyatunya kegiatan ekonomi produksi, konsumsi, dan investasi antarnegara yang terjadi di dunia. Contoh:
1.    Globalisasi di bidang produksi
Misalnya dalam pembuatan gaun pengantin, bahan baku dari India, kancing dan perhiasan dari Hongkong, dan rancangan hasil desainer terkenal dari Prancis.
Globalisasi di bidang konsumsi
2.    Globalisasi ini ditandai dengan munculnya organisasi perdagangan bebas dunia yaitu barang – barang konsumsi dari satu Negara bebas masuk ke negara lain tanpa proteksi dan pembatasan serta bebas bea masuk atau bea impor.
Contoh : rasa Dunkin Donuts di Bali, Jakarta, Singapura, dan di Negara – Negara lain sama karena dibuat dengan resep yang sama oleh perusahaan yang sama pula. Ini bukti bahwa dunia menjadi global.
a)      Hal – hal yang mendorong terjadinya globalisasi ekonomi dunia yaitu :
b)      Adanya kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi
c)      Adanya kemajuan ilmu pengetahuan di bidang teknologi transportasi
d)     Adanya kemajuan kerja sama ekonomi internasional yang semakin erat
e)      Adanya perkembangan politik dunia yang semakin menyadari pentingnya kerja sama antar

3.    Globalisasi di bidang investasi
Misalnya seluruh penguasa di dunia diberi kebebasan dalam menanamkan modalnya dan mendirikan perusahaan di berbagai negara. Pengusaha Jepang mendirikan pabrik mobil Suzuki di Indonesia, dan Indonesia mendirikan pabrik kerajinan rotan di Belanda.

Dampak Positif Globalisasi Ekonomi
1.      Produksi global dapat ditingkatkan
Pandangan ini sesuai dengan teori ‘keuntungan  komparatif’ dari David Ricardo. Melalui spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan dengan lebih efisien, output dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat meningkatkan pembelanjaan dan tabungan.

2.      Meningkatan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih baik banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih tinggi.

3.      Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.

4.      Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanykan dihadapi oleh negara-negara berkembang.

5.      Menyediakan dana  tambahan untuk pembanguan ekonomi
Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal dari Bank atau pasar saham. Dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan pasar modal didalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.

4. Neraca Pembayara Internasional

Neraca pembayaran internasional (NPI) merupakan laporan keuangan tentang nilai transaksi ekonomi suatu negara dengan negara-negara lain dalam bentuk ekspor-impor dan aliran keluar masuk dana yang pencatatannya dilakukan secara sistematis dalam suatu periode tertentu (biasanya satu tahun, atau bisa juga pertriwulan). neraca pembayaran juga merupakan catatan yang mencerminkan kondisi valuta asing atau cadangan devisa suatu negara. Dalam penyusunannya, NPI mempunyai prinsip yang sama dengan akuntansi pada umumnya. NPI mencatat transaksi plus dan transaksi minus. Kegiata ekspor akan tercatat sebagai kredit (transaksi plus), sedangkan impor tercatat sebagai debet (transaksi minus). suatu transaksi plus/kredit terjadi bila transaksi itu dapat menghasilkan tambahan valuta asing bagi suatu negara. Sebaliknya transaksi minus/debet terjadi bila ada pengurangan cadangan valuta asing suatu negara.

Struktur Neraca Pembayaran Internasional

1.        Current Account, merupakan laporan yang berisikan tentang catatan transaksi barang dan jasa suatu negara dengan negara lain selama periode tertentu. Current account atau transaksi berjalan juga menggambarkan pembayaran-pembayaran jangka pendek. Current account mempunyai tiga jenis bagian yaitu sebagai berikut
a)        Neraca Perdagangan (Balance Of Trade = BOT). dalam neraca ini dicatat transaksi ekspor dan impor barang-barang selama satu periode. BOT dikatakan mengalami defisit apabila nilai ekspor barang lebih kecil dari pada impor barang. Sebaliknya surplus apabila ekspor barang lebih besar daripada impor barang.
b)        Neraca jasa (services), neraca jasa ini mencatat hal-hal berikut:
1)       Ekspor impor jasa selama satu periode tertentu. Impor jasa yang dilakukan misalnya penggunaan jasa transportasi negara lain atau perusahaan asing. Contoh ketika Indonesia menggunakan maskapai penerbangan asing untuk memperlancar transportasi naik haji. Sedangkan ekspor jasa terjadi bila ada pembelian jasa-jasa dalam negeri oleh pihak asing. Contoh adanya turis asing yang berlibur ke Indonesia menikmati jasa hotel, restoran, transportasi serta jasa-jasa lain ini merupakan ekspor bagi Indonesia dan sekaligus impor jasa bagi negara turis tersebut berasal.
2)       Pendapatan modal (investment income), yaitu pendapatan yang diperoleh karena memiliki aset-aset finansial (saham dan obligasi) serta aset fisik (berupa properti) di negara lain. Misalnya Indonesia harus membayar bunga, sewa, dan laba pada negara lain yang menjadi tempat aset-aset tersebut di investasikan. Pembayaran ini akan dicatat sebagai income payments on invesment, sedangkan bila Indonesia yang menerima deviden, sewa bunga, dan laba dari negara lain karena terdapat aset dari luar negeri, akan dicatat sebagai income received on investment. Selisih antara income payment on investmen dan income received on investment disebut net investment income.

Neraca jasa akan dikatakan defisit bila impor jasa ditambah dengan income payments on investment lebih besar daripada ekspor jasa ditambah dengan income received on investment. Bila sebaliknya, akan terjadi surplus pada neraca jasa.

c)         Neraca non balas jasa (transfer payment), mencatat transaksi-transaksi yang bukan sebagai akibat adanya balas jasa. Misalnya pembayaran dalam bentuk hibah dari suatu negara ke negara lain. Atau bisa juga dari pemberian beasiswa dari negara asing untuk membantu mahasiswa di Indonesia. Sebaliknya bisa juga pembayaran dalam bentuk dana untuk pelajar dan mahasiswa yang disekolahkan ke luar negeri.

2.                  Capital account, merupakan bagian dari neraca pembayaran internasional yang mencatat arus modal masuk (capital inflow) dan arus modal ke luar (capital out flow) selama periode tertentu. Capital account menunjukan catatan arus pembayaran dan penerimaan jangka panjang. Neraca modal ini terdiri atas hal-hal berikut.
a.                   Neraca modal pemerintah (official capital), catatan arus keluar masuk modal di sektor pemerintah.
b.         Neraca modal swasta (private capital), catatan arus keluar masuk modal yang terjadi di sektor swasta (dunia usaha).
Capital account (neraca modal) dikatakan defisit bila capital outflow lebih besar daripada capital inflow. Bila yang terjadi sebaliknya maka neraca modal dikatakan surplus.

3.                  Settlement account (neraca penyeimbang), merupakan bagian dari neraca pembayaran internasional yang berisikan nilai arus keluar masuk emas dan pembelian atau penjualan mata uang domestik atau valuta asing oleh pemerintah. Neraca penyeimbang ini digunakan untuk menjaga saldo neraca pembayaran internasional selalu bernilai nol (NPI = 0). hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
a.                   Apabila saldo neraca pembayaran internasioan mengalami defisit (NPI<0) artinya permintaan terhadap mata uang asing meningkat atau permintaan mata uang domestik turun. Hal ini akan menyebabkan melemahnya nilai tukar mata uang domestik. Harga barang impor akan semakin mahal dan harga produk domestik di pasar luar negeri akan menjadi lebih murah. Upaya pemerintah harus membeli valuta asing, agar permintaan terhadap valuta asing seimbang dengan penawaran valuta asing sehingga NPI = 0 dan kurs tetap stabil.
b.                  Apabila saldo neraca pembayaran internasional mengalami surplis (NPI>0), artinya permintaan terhadap mata uang domestik meningkat atau permintaan terhadap valuta asing turun. Hal ini akan menyebabkan menguatnya nilai tukar mata uang domestik dan kondisi ini sangat menguntungkan perekonomian domestik. Tetapi hal ini akan mempersulit ekspor karena produk domestik di luar negeri menjadi mahal. Sedangkan impor bertambah karena harga barang dari pasar luat negeri menjadi lebih murah. Oleh sebab itu, pemerintah harus mengurangi/menetralisasi penawaran valuta asing dengan cara membeli valuta asing (menjual rupiah), agar kurs tetap stabil.

4.         Staristical Disprepancy (selisih perhitungan), merupakan bagian dari NPI yang berisikan transaksi-transaksi yang tidak tercatat. Hal ini bisa terjadi karena ketidaklengkapan informasi (imperfect information) atau adanya transaksi yang tidak tercatat (unrecorded transaction). selisih perhitungan yang bernilai negatif akan memperbesar surplus NPI dan akan memperkecil defisit NPI.

7. Lembaga dan Sistem Moneter Internasional
            Sistem moneter internasional adalah suatu sistem yang diselenggarakan melalui lembaga keuangan internasional seperti IMF (International Monetary Fund) dan Bank Dunia (World Bank). Tujuannya untuk pengaturan lalu lintas keuangan secara internasional yang digunakan untuk mengembangkan perdagangan internasional, spesialisasi produk bagi setiap negara, dan menjamin keseimbangan neraca pembayaran suatu negara dalam jangka panjang.
1.      IMF (International Monetary Fund)
Menurut Punnet J.P dan Ricks DA tujuan pendirian IMF berdasarkan Articles of Agreement tersebut adalah :
a.       Meningkatkan kerja sama masalah-masalah moneter.
b.      Memperluas perdagangan dan investasi dunia.
c.       Mengurangi pembatasan pemerintahan negara terhadap lalu lintas pembayaran internasional.
d.      Menyediakan fasilitas kredit untuk mempertahankan stabilitas kurs (exchange rate) bagi negara anggota yang mengalami kesulitan neraca pembayaran (balance of payment).
e.       Mengurangi pengaruh negatif dari defisit dan surplus neraca pembayaran.

2.      World Bank
Tujuan : memberikan pinjaman dengan bunga yang relatif rendah kepada berbagai negara untuk mendorong pembangunan ekonomi, namun tetap berlandaskan profit oriented.

3.      Fungsi IMF dan World Bank :
a.       Memfasilitasi perdagangan dan investasi internasional dengan menyediakan suatu sistem nilai tukar (exchange rate) antarmata uang nasional bagi setiap negara.
b.      Mempermudah penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan untuk mengubah nilai tukar atau kurs, bagi negara yang menghadapi depresiasi (turunnya nilai mata uang terhadap nilai mata uang lainnya) atau apresiasi (naiknya nilai mata uang terhadap nilai mata uang lainnya). Penyesuaian-penyesuaian tersebut dapat berupa revaluasi (penyesuaian nilai tukar suatu mata uang ke tingkat yang lebih tinggi) atau devaluasi (penyesuaian nilai tukar suatu mata uang ke tingkat yang lebih rendah).

4.      Berdasarkan sistem moneter internasional, terdapat tiga macam sistem dalam penetapan kurs valuta asing, yaitu sebagai berikut :
1)      Fixed exchage rate system, merupakan sistem kurs tetap. Ketentuan :
a.       Sistem moneter internasional didasarkan pada standar emas.
b.      Sistem nilai tukar antar negara anggota IMF harus tetap dan stabil.
c.       Kurs nilai tukar hanya boleh berfluktuasi dalam variasi antara 1 sampai 2,5%
d.      Negara anggota IMF ynga mengalami kesulitan dalam neraca pembayaran internasional dapat meminta bantuan IMF dalam bentuk SDR (Special Drawing Right) yaitu uang kertas emas yang dikeluarkan oleh IMF pada tahun 1969 sebagai reserve currency dan liquiditas internasional di samping US Dollar.
2)      Floating exchage rate system, merupakan siste kurs mengambang. Jenis-jenis :
a.       Freely floating system atau clean float merupakan sistem kurs fleksibel/mengambang secara murni. Artinya penetuan kurs valuta asing terjadi melalui kekuatan permintaan dan penawaran di pasar valuta asing tanpa intervensi pemerintah.
b.      Managed float system atau dirty float, merupakan sistem kurs mengambang terkendali. Artinya penentuan kurs valuta asing terjadi melalui kekuatan permintaan dan penawaran, tetapi ada intervensi pemerintah melalui berbagai kebijakan di bidang moneter, fiskal, dan perdagangan luar negeri.
3)      Pegged exchage rate system, sistem nilai tukar ini ditetapkan dengan mengaitkan nilai tukar mata uang suatu negara dengan nilai tukar mata uang negara lain atau sejumlah mata uang tertentu.

8. MEKANISME PENYESUAIAN INTERNATIONAL PADA SISTEM KURS TETAP
Menurut David Hume (Samuelen dan Nordhaus, 2001) terjadinya arus ke luar emas adalah bagian dari mekanisme yang cenderung menjaga neraca pembayaran international tetap seimbang. Dengan demikian mekanisme penyesuaian akan terjadi secara otomatis tanpa perlunya intervensi pemerintah. Contohnya Amerika dan Inggris melakukan perdagangan international. Seaindainya neraca perdagangan Amerika mengalami defisit besar-besaran, maka penyesuaian international yang akan terjadi adalah sebagai berikut;
1.      Amerika akan kehilangan emas. Menurut teori kuantitas harga, kehilangan emas akan mengurangi supply uang dan akan menurunkan harga dan biaya di Amerika. Akibatnya Amerika akan mengurangi impor dari Inggris, karena harganya relatif mahal begitu juga barang-barang asing lainnya. Kemudian barang-barang yang diproduksi Amerika menjadi relatif murah di pasar dunia, sehingga ekspor Amerika meningkat.
2.      Inggris dan negara asing lainnya memperoleh emas. Menurut teori kuantitas harga, di Inggris terjadi kenaikan jumlah emas, supply uang bertambah, menaikkan tingkat harga dan biaya produksi. Akibatnya jumlah ekspor Inggris ke Amerika dan negara-negara lainnya menurun karena harga yang mahal. Dan barang-barang yang diproduksi Inggris telah menjadi relatif mahal, sehingga barang impor dari Amerika semakin banyak karena lebih murah.
Dari konsep penyesuaian yang dikemukakan oleh David Hume, dikemukakan perbaikan  keseimbangan neraca pembayaran dari negara yang kehilangan emas dan keburukan keadaan negara-negara yang memperoleh emas. Equilibrium perdagangan dan investasi international dibangun kembali dengan harga relatif baru, yang akan menjaga perdagangan dan peminjaman international tetap seimbang tanpa adanya aliran emas. Equilibrium mencapai kestabilan dan tidak memerlukan tarif atau campur tangan pemerintah lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini.



AMERIKA
NERACA PEMBAYARAN TIDAK SEIMBANG
INGGRIS
·         Neraca Pembayaran defisit
·         Kehilangan emas
·         Supply uang menurun
·         Harga dan biaya turun
·         Neraca Pembayaran Surplus
·         Memperoleh emas
·         Supply uang meningkat
·         Harga dan biaya naik

 

AMERIKA
LANGKAH PENYESUAIAN YANG DIAMBIL
INGGRIS
·         Menurunkan Impor
·         Meningkatkan Ekspor
·         Meningkatkan Ekspor
·         Menurunkan Ekspor



AMERIKA
NERACA PEMBAYARAN KEMBALI PULIH
INGGRIS
Neraca pembayaran kembali seimbang
Neraca Pembayaran kembali seimbang






 
DAFTAR PUSTAKA

Murni, Asfia. 2016. Ekonomika Makro. Bandung : Refika Aditama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulli f(X) Mencuri Hati fans Perempuan Di Karakternya di Drama To The Beautiful You’

Hwayoung bertanggung jawab atas ‘Sikap buruk’ Jiyeon?

7 Momen kontroversial T-ara