PAPER
FENOMENA
NAIKNYA HARGA TIKET MUDIK
MENJELANG
LEBARAN BAGI MASYARKAT
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Mikro
Disusun oleh :
Jihan Humaira : 165144019
KELAS 1A KEUANGAN
SYARIAH
PROGRAM STUDI D4-KEUANGAN
SYARIAH
POLITEKNIK
NEGERI BANDUNG
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan kehadirat Allah swt karena atas rahmat dan hidayah-Nya
penulis dapat menyelesaikan paper ini. Berkat dorongan serta bimbingan dari
semua pihak jugalah penulis dapat menyelesaikan tugas paper ini. Maka dari itu,
kami ucapkan terima kasih kepada yang terhormat Ibu Fatmi selaku dosen Ekonomi
Mikro yang telah memberikan arahan dan motivasinya dalam menyusun paper ini.
Penulis
menyadari bahwa paper ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, tegur sapa
demi perbaikan paper ini di masa yang akan datang sangatlah penulis harapkan.
Namun demikian, penulis berharap paper ini dapat bermanfaat bagi semua orang
yang membacanya.
Bandung, Mei
2017
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ………………………………………..…….…. i
DAFTAR
ISI ………………………………………………………….. ii
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ……………………………………………. 1
1.2 Masalah …………………………………………………… 1
1.3 Tujuan …………………………………………………….. 2
1.4 Manfaat
………………………………………...............… 2
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Faktor Penyebab Kenaikan
Harga ………..………….…... 3
2.2 Dampak Kenaikkan Harga
Bagi Masyarakat ...............….. 4
2.3 Upaya Pemerintah Mengatasi Masalah Kenaikan Harga .... 4
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ……………………………………...………. 5
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Hari raya Idul Fitri merupakan momentum yang
paling ditunggu-tunggu umat muslim yang ada di seluruh penjuru dunia tak
terkecuali di Indonesia untuk merayakannya bersama keluarga dan sanak saudara. Tradisi
untuk pulang ke kampung halaman saat lebaran tiba
ini sering disebut dengan tradisi mudik. Berbagai cara ditempuh untuk bisa
mudik dan bertemu keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Mulai dari
menggunakan transportasi darat, laut hingga udara. Biasanya, harga tiket mudik
naik beberapa kali lipat dibanding tiket reguler. Antusiasme masyarakat
merayakan lebaran bersama
sanak keluarga tersebut dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan transportasi
untuk meraup keuntungan dengan menaikan tarif.
Naiknya
harga tiket mudik ini merupakan masalah yang cukup sulit karena sudah menjadi
tradisi jika menjelang puasa dan lebaran sehingga masyarakat selalu mengeluhkan
harga tiket mudik yang melejit tinggi dari biasanya karena tidak semua lapisan
masyarakat bisa menjangkau harga tersebut. Kenaikan harga tiket mudik menjelang
puasa dan lebaran dari tahun ke tahun dipicu oleh banyaknya jumlah permintaan,
naiknya permintaan yang tidak disertai kesiapan pasokan sehingga sesuai hukum
dasar ekonomi bila permintaan berlimpah sedangkan pasokan terbatas maka harga
barang akan naik, saat menjelang puasa dan lebaran harga tiket mudik terus
melonjak naik, karena jumlah permintaan terus meningkat sedangkan jumlah tiket
tetap atau cenderung berkurang.
1.2
Masalah
Berdasarkan pemikiran di atas, maka rumusan
masalah dalam penyusunan paper ini adalah :
1.
Apa saja
penyebab kenaikan harga tiket mudik menjelang lebaran?
2.
Bagaimana upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini
?
3.
Bagaimana cara masyarakat mengantisipasi kenaikan
harga tersebut ?
1.3
Tujuan
Adapun tujuan
yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Mengetahui
penyebab kenaikan harga tiket mudik menjelang lebaran
2.
Mengetahui apa
saja upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut
3.
Mengetahui cara
untuk mengantisipasi kenaikan harga tersebut
1.4
Manfaat
Segala sesuatu yang positif pasti ada
manfaatnya. Manfaat penulisan paper ini adalah sebagai berikut :
1. Menambah
wawasan
2. Menambah
pengalaman untuk masa yang akan datang
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Tiket Mudik Menjelang Lebaran
1. Bertemunya
dorongan permintaan dan ekspektasi positif
Siapa pun paham bahwa
menjelang lebaran harga komoditas mengalami siklus kenaikan rutin. Pemicu
ekspektasi positif contohnya karena adanya
Tunjangan Hari Raya (THR) yang secara langsung atau tidak langsung
mempengaruhi pola konsumsi masyarakat. Tunjangan Hari Raya (THR) yang merupakan
bentuk apresiasi atas tenaga kerja dalam bentuk uang tunai. Hampir bisa dipastikan
apabila THR yang disalurkan akan dibelanjakan langsung atau dibelanjakan dalam
waktu dekat. Jarang sekali ditemukan karyawan yang menerima THR disimpan
seluruhnya ke dalam bentuk tabungan (saving). THR yang telah disalurkan tadi
kemudian akan menjadi instrumen pembayaran yang disebut jumlah uang beredar
(money supply). Pada umumnya, besarnya THR melampaui besarnya penghasilan dalam
sebulan. Ekspektasinya cukup tinggi, bisa mencapai 2-3 kali lipat dari besarnya
penghasilan dalam sebulan. Artinya, jumlah uang beredar yang meningkat di luar
ekspektasi keseimbangan harga akan merubah kurva keseimbangannya menjadi
semakin elastis di mana harga-harga akan semakin mudah untuk mengalami lonjakan
kenaikan.
2. Biaya Operasional Perusahaan yang Tinggi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan hingga menembus level Rp 13
ribu. Kondisi ini semakin membebani biaya operasional perusahaan, termasuk
perusahaan transportasi di Indonesia. Beban operasional perusahaan yang tinggi
menyebabkan harga tiket meningkat.
3. Harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) yang mahal
Jika harga BBM naik,
maka sudah dipastikan harga tiket kendaraan juga naik. Hal tersebut terjadi
karena BBM merupakan beban operasional perusahaan. Alat transportasi tidak akan
berfungsi jika tidak ada bahan bakar minyak.
4. Hukum Permintaan dan
Penawaran
Salah satu hal yang
menyebabkan harga barang terus merangkak naik adalah prinsip ”supply dan
demand”. Seperti salah satu hukum ekonomi yang mengatakan bahwa apabila
permintaan meningkat dan barang tidak ada maka akan cenderung terjadi kenaikan
harga barang.
Daftar Tarif Lebaran
2015 (Jakarta-Solo)
|
Kelas
|
Jumlah Seat
|
Harga Reguler
|
Tgl 8 Juli 2015
|
Tgl 9 Juli 2015
|
Tgl 10 Juli 2015
|
Tgl 11 Juli 2015 s/d seterusnya
|
|
Non AC
|
32
|
150.000
|
150.000
|
200.000
|
250.000
|
300.000
|
|
Junior EXC
|
32
|
175.000
|
175.000
|
225.000
|
275.000
|
350.000
|
|
EXC 28
|
28
|
215.000
|
215.000
|
265.000
|
330.000
|
400.000
|
|
EXC 28
|
32
|
215.000
|
215.000
|
265.000
|
330.000
|
400.000
|
|
EXC 24
|
24
|
245.000
|
245.000
|
300.000
|
375.000
|
450.000
|
|
Super Top
|
18
|
290.000
|
290.000
|
365.000
|
450.000
|
550.000
|
Berdasarkan data di atas, tarif bis menjelang lebaran jurusan
Jakarta-Solo ketika semakin mendekati hari lebaran akan semakin mahal.
Misalkan, untuk bis non AC, pada tanggal 8 Juli harga tarif bis sebesar Rp. 150.000,
tanggal 9 Juli sebesar Rp. 200.000, tanggal 10 Juli sebesar Rp. 250.000,
tanggal 11 Juli sebesar Rp. 300.000. Hal tersebut disebabkan karena semakin
mendekati hari lebaran maka semakin banyak masyarakat yang mudik dan secara
otomatis permintaan tiket akan naik. Jika permintaan naik maka harga juga akan
naik (Hukum Permintaan).
2.2 Dampak Kenaikkan
Harga Tiket Bagi Masyarakat
Banyak dampak yang ditimbulkan oleh kenaikkan harga bagi
masyarakat, terutama menjelang lebaran. Contohnya yaitu kenaikkan harga tiket.
Dampak yang ditimbulkan diantaranya menurunnya daya beli terutama bagi
masyarakat menengah ke bawah. Jika masyarakat tidak mampu membeli tiket karena
harganya naik maka mereka tidak bisa pulang kampung dan bertemu sanak saudara.
Namun, terkadang ada masyarakat yang nekat duduk di atap kereta api karena
tidak perlu membayar yang akhirnya mereka mengabaikan keselamatan diri.
2.3 Upaya Pemerintah
Mengatasi Masalah Kenaikkan Harga
Kenaikan sangat signifikan itu akan berdampak pada rakyat, khususnya
mereka yang berpendapatan menengah dan ke bawah. Kenaikan ini akan menggerus
daya beli rakyat yang memang sudah sangat rendah, pendapatan rumah tangga
miskin semakin merosot, sedangkan harga terus meroket. Biasanya kenaikan harga
ini bersifat momentum, tetapi harga tidak pernah kembali menjadi normal setelah
momentumnya usai. Karena ini bersifat momentuman, pemerintah mestinya bisa
melakukan antisipasi. Tetapi kelihatannya pemerintah sengaja membiarkan harga
itu naik secara tidak normal.
Meningkatnya harga beberapa komoditas menjelang lebaran bukan karena kelangkaan barang. Namun lebih disebabkan. Pertama, faktor
psikologi penjual dan agen barang. Persediaan barang sebenarnya tetap cukup
untuk memenuhi permintaan konsumen yang melonjak. Mereka memanfaatkan momen
dengan menaikkan harga menjelang perayaan hari-hari besar demi mengeruk
keuntungan. Ditambah lagi dengan perilaku konsumen yang tetap berbelanja walau
harga meningkat.
Kedua, maka hukum pasar berlaku, padahal kemampuan membeli masyarakat rendah
karena naiknya harga tidak diimbangi dengan meningkatnya jumlah pendapatan.
Masyarakat seakan tidak memiliki pilihan. Meskipun harga naik, mereka tetap
membelinya untuk memenuhi kebutuhan menyambut lebaran. Ketiga, dipicu tradisi perusahaan yang menyetok barang yang
akan dijual kembali pada harga tinggi. Keempat, adanya masyarakat yang membeli
dengan jumlah lebih dari biasanya.
Selanjutnya, pemerintah
benar-benar melepas harga sembako pada mekanisme pasar. Sejak pemerintah
menjadi pengikut setia dogma neoliberal, hampir semua persoalan ekonomi
diserahkan kepada pasar. Termasuk soal harga tiket. Padahal, tiket merupakan kebutuhan vital
masyarakat ketika
menjelang mudik lebaran.
Pertama, pemerintah harus menetapkan
batas atas dan batas bawah harga tiket agar penjual tidak seenaknya dalam
memanfaatkan momentum lebaran sehingga masyarakat bisa menjangkau harga yang
ditetapkan.. Kedua,
pemerintah dan perusahaan juga akan berkoordinasi guna
meminimalkan hambatan atau
miskomunikasi yang akan merugikan masyarakat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kenaikkan harga barang menjelang lebaran sudah menjadi tradisi di
Indonesia. Namun, masyarakat selalu kaget dan tidak bisa mengantisipasi peristiwa
tersebut. Salah satu barang vital menjeang lebaran yaitu tiket mudik. Harga
tiket mudik akan melonjak naik menjelang lebaran. Banyak faktor yang
menyebabkan hal tersebut terjadi. Dampaknya pun sangat terasa bagi masyarakat,
terutama masyarakat menengah ke bawah. Oleh karena itu, pemerintah harus
berupaya agar harga tiket bisa dijangkau masyarakat sehingga masyarakat bisa
merasakan pulang kampung dan bertemu sanak saudara yang di mana momentum
tersebut jarang sekali terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
Fadli. 2014. Efek
Ramadhan dan Idul Fitri Terhadap Harga Barang Pokok. Diakses dari http://gudangilmusyariah.blogspot.co.id/2014/06/epek-ramadan-dan-idul-fitri-terhadap.html
pada tanggal 5 Mei 2017
Sayuti. 2011. Paper
Analisis Persoalan Ekonomi. Diakses dari http://sayutipolinela.blogspot.co.id/2011/10/paper-analisis-persoalan-ekonomi.html
pada tanggal 5 Mei 2017
Leo. 2012. Inflasi
Menjelang Puasa dan Lebaran. Diakses dari http://leo4kusuma.blogspot.co.id/2012/07/inflasi-menjelang-puasa-dan-lebaran.html#.WRR2gVk2U-8
pada tanggal 5 Mei 2017
agen-bus.blogspot.com/2015/06/harga-tiket-lebaran-2015-po-raya.html
Komentar
Posting Komentar